You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Saluran di Tanjung Priok Dipadati Sedimen Lumpur
photo Doc - Beritajakarta.id

Saluran di Tanjung Priok Dipadati Sedimen Lumpur

Saluran air di sekitar Taman Karapan Sapi, RW 14, Kelurahan Tanjung Priok, Tanjung Priok, Jakarta Utara dipadati sedimen lumpur. Alhasil, saat hujan saluran kerap meluap dan menggenani wilayah sekitar.

Memang kondisi saluran sudah kembali padat lumpur saat ini

Pantauan Beritajakarta.com, saluran selebar sekitar satu meter dan panjang 500 meter tersebut hampir rata dengan tanah. Selain itu, saluran juga banyak tertutup bangunan milik warga.  

20 PPSU Bikin Saluran Baru di Palmerah Barat

Beni (52), warga RW 14, Kelurahan Tanjung Priok mengatakan, padatnya lumpur di dalam saluran menyebabkan saluran kerap meluap dan menggenani jalan sekitar taman. 

" Wilayah kami rawan banjir karena lokasinya yang memang lebih rendah

dari Jalan RE Martadinata. Buktinya, kalau musim hujan ketinggian air

bisa mencapai di atas 50 sentimeter," keluh Beni, Senin (7/12).

Lurah Tanjung Priok, Ma'mun menuturkan, saluran tersebut telah dibersihkan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) sebanyak dua kali. Namun, karena kondisi lingkungan yang lebih rendah dari jalan membuat wilayah rawan banjir. 

"Memang kondisi saluran sudah kembali padat lumpur saat ini. Untuk

itu akan kami kerahkan petugas PPSU untuk kembali mengeruk lumpur pada

saluran hingga saat hujan turun dapat menampung air lebih banyak,"

tandas Ma'mun. 

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1177 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1153 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye931 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye919 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye840 personBudhi Firmansyah Surapati